Jumat, 16 Agustus 2013

Sejarah Akuntansi


Tidak dapat diketahui secara pasti kapan akuntansi itu ada di muka bumi , namun pastinya  ini dimulai sejak manusia mengenal atas hitungan uang dan menggunakan catatan . Pada abad XIV para pedagang Genoa sudah memulai salah satu dasar praktek akuntansi yaitu dengan cara menghitung biaya yang sudah dikeluarkan dengan cara menghitung uang dan harta uang dimiliki pada saat sebelum berangkat  lalu dibandingkan dengan jumlah uang dan harta yang dimiliki saat tiba di tempat  tujuan
.
Pada Tahun 1494 saat Lucas Paciolo yang berasal dari  Burgos menerbitkan buku yang berjudul “ Suma De Arilhmalica, Proportiono et Proportionaiita. Salah satu bab dalam buku tersebut yaitu “tractatus de Computis et Scriptorio” yang berisi cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keeping).

Kemudian di akhir abad XV setelah menurunnya pengaruh Romawi , pusat perdagangan bergeser ke Spanyol,Portugis dan Belanda. Sehingga system akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara – negara tersebut. Sejak saat itu penyusunan atas Laporan Rugi Laba mulai dibuat secara tahunan yang  kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca setiap akhir jangka waktu tertentu. Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan Ameri­can Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.

 Bagaimana perkembangan Akuntansi di Indonesia sendiri?. Salah satu bukti awal mula Akutansi berada di Indonesia adalah terdapat pembukuan Amphioen Societeit yag berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870, sehingga banyal sekali pengusaha – pengusaha Belanda menanamkan modalnya di Indonesia yang menerapkan system pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciolo.
Setelah Kemerdekaan RI , pemerintah memiliki kesempatan untuk mengirimkan putra – putrinya untuk belajar akuntansi ke Luar Negri. Pendidikan Akuntansi di Indonesia dimulai di tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang membuka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya, sehingga ditahun 1954 keluarlah UU no 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan. Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986. UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami perkem­bangan yang pesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar